MAHASISWA HKI JUARA I MQK TINGKAT NASIONAL
- Diposting Oleh Admin Web HKI
- Sabtu, 11 Januari 2025
- Dilihat 116 Kali
Adalah Tuffatul Masruroh (NIM. 24382012061), kelahiran Pamekasan, 17 September 2004 dari pasangan Bapak Alm. H. Abdul Wahid Jamal dengan Ibu Mas’odah, yang berdomisili di Dusun Pancoran Barat Desa Kadur Kecamatan Kadur Pamekasan berhasil meraih Juara I pada ajang Musabaqah Qiraatul Kutub Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Kanzul Ilmi Center, Bumiayu Brebes, Jawa Tengah. Ia mengungguli 46 peserta yang masuk pada Grand Final. Ia juga berhak mendapatkan hadiah umroh selama 12 hari dari PT. Ibna Sittah Tour & Travel, salah satu sponsor pada kegiatan lomba tersebut.
Menurut penuturan Tuhfah (nama panggilannya), bahwa kegiatan MQK awalnya diikuti oleh 400 lebih peserta. Kemudian pada seleksi berkas administrasi yang lolos maju ke babak penyisihan sebanyak 200 orang. Dan yang berhak mengikuti babak grand final tersisa 46 orang (40 laki-laki dan 6 perempuan) dari jumlah peserta di babak penyisihan. Kegiatan lomba dilaksanakan sejak tanggal 26 November – 10 Desember 2024 (pendaftaran secara online), Tecknical Meeting Online 13 Desember 2024, Babak Penyisihan Online 17 – 20 Desember 2024, dan terakhir Babak Final Offline 29 Desember 2024, yang ditempatkan di Gedung PUSDA Kanzul Ilmi Center, Jl. Raya Talok, Bumiayu, Brebes Jawa Tengah.
Lebih lanjut alumni Pondok Pesantren Salafiyah 2 Bangil Pasuruan memaparkan bahwa MQK dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah VI Kanzul Ilmi Center, sebuah majelis taklim yang kegiatannya melaksanakan kajian kitab kuning kepada masyarakat. Majelis ini dipimpin oleh Dr. Kh. Mohammad Najib Afandi, M.Ag. yang juga Pengasuh Pondok Pesantren AL-Hikmah 2, Brebes Jawa Tengah. Dan kitab yang dilombakan adalah Kitab Adabud Dunya Waddin, karangan al-Mawardi yang bernama lengkap Abu al-Hasan Ali bin Muhammad bin Habib al-Mawardi al-Basri al-Syafi’i, yang hidup pada tahun 364-450 H (usia 85 tahun). Materi lomba ditentukan oleh dewan juri pada saat itu juga, dengan sistem membaca (2 menit), menerjemahkan (3 menit), dan tanya jawab (Nahwu, Sorrof, terjemah, dan Pemahaman secara kontekstual, 10 menit).
“Ingin belajar kembali kitab-kitab klasik (kitab kuning), karena sudah lama tidak membukanya. Ingin melatih diri dan mencoba hal-hal baru tanpa memikirkan hasilnya. Dan tentunya juga ingin umroh”, papar Tuhfah saat ditanya motivasi mengikuti lomba ini. Dia juga berharap, dengan mengikuti lomba ini akan menjadi bahan pelajaran bagi dirinya, karena sebelumnya belum pernah belajar Kitab Adabud Dunya Waddin. Dan ternyata benar, menurut pengakuaannya, bahwa bahasa dalam kitab tersebut agak sulit dan berbeda dari kitab-kitab lainnya yang pernah di pelajari di pondok pesantren. Dia memberanikan diri terus maju mengikuti lomba semata-mata support dari ibu tercintanya. “Tidak apa-apa Tuhfah harus tetap ikut, menang atau kalah itu atas kehendak Allah. Ummi tetap mendukungmu”, kenangnya menirukan motivafasi ibunya.