KARENA MENDUNG, HILAL SYAWAL 1445 H DI OBSERVATORIUM JOKOTOLE TIDAK KELIHATAN
- Diposting Oleh Admin Web HKI
- Minggu, 28 April 2024
- Dilihat 137 Kali
Menjelang pergantian Bulan Ramadan ke Bulan Syawal 1445 H, Observatorium Jokotole kembali melakukan kegiatan observasi hilal. Acara ini dihelat pada hari Selasa, 09 April 2024 M yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1445 H. Seperti biasa acara ini dilaksanakan untuk ikut serta mengamati hilal muda sebagai penanda masuknya bulan baru. Yaitu Bulan Syawal 1445 H sebagai Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam yang telah melaksanakan kewajiban puasa selama Bulan Ramadan. Observatorium Jokotole merupakan salah satu titik pengamatan hilal yang berada di wilayah Madura. Pada hari tersebut, sejak pagi hari hujan sudah mengguyur Kota Gerbangsalam. Menjelang pelaksanaan observasipun hujan kembali mengguyur sekalipun tidak terlalu deras. Namun semangat untuk melakukan pemantauan hilal tidak menyurutkan tekad pelaksana dan peserta untuk terus bertahan. Alhamdulillah menjelang jam 17.00 wib hujan mulai reda dan kegiatanpun terus dilanjutkan.
Acara seremonial dimulai pada jam 17.10 wib dengan dipandu oleh Akhmad Farid Mawardi Sufyan, M.HI selaku salah satu penanaggung jawab Observatorium. Kesempatan pertama sambutan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan, Dr. H. Mawardi, M.HI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pengadilan Agama Pamekasan yang disampaikan oleh Abd. Rahman, S.Ag., MH. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan menyampaikan bahwa kegiatan rukyatul hilal ini merupakan bahan edukasi bagi para peserta khususnya kepada para penyuluh. Oleh karena itu perlu adanya pembelajaran bagi para penyuluh. Sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi tuntutan SKP saja. Lebih lanjut beliau menyampaikan jika ada perbedaan penetapan Hari Raya agar di hormati.
Berdasarkan hasil perhitungan bahwa ketinggian hilal di Observatorium pada saat matahari terbenam adalah 5 derajat 34 menit di atas ufuk. Oleh karena itu ada kemungkinan hilal akan bisa diobservasi karena sudah melampaui kriteria imkan rukyat yang baru. Namun karena di ufuk barat mendung terlalu tebal, hingga kegiatan observasi berakhir, hilal tidak dapat dilihat baik melalui teleskop maupun tanpa teleskop. Sehingga laporan dari Observatotium Jokotole kepada Kanwil Kemenag Jatim melalui Kantor Kemenag Pamekasan hilal dinyatkan tidak terlihat. Demikian pula laporan kepada Lembaga Falakiyah PBNU melalui Lembaga Falakiyah PCNU Pamkeasan.
Peserta yang hadir mencapai 120 orang sesuai daftar hadir yang diedarkan. Peserta sebagaimana biasa berasal dari instansi pemerintah maupun lembaga falak dan orgnisasi keagamaan yang ada di Pamekasan dan luar Pamekasan. Kegiatan diakhiri setelah jam menunjukkan pukul 17.50 yang sekaligus menandakan bahwa hilal sudah terbenam.