Prodi HKI Fakultas Syariah IAIN Madura Sukses Gelar Ekspose PkM: Bimbingan dan Pendampingan Pengukuran Arah Kiblat bagi Penyuluh KUA
- Diposting Oleh Admin Web HKI
- Sabtu, 5 Oktober 2024
- Dilihat 187 Kali
Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Madura terus berkomitmen dalam memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi keagamaan di masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, kegiatan PkM mengusung tema "Bimbingan dan Pendampingan Pengukuran Arah Kiblat bagi Penyuluh KUA," yang berlangsung pada bulan Juli dan Agustus dengan peserta sebanyak 30 penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pamekasan, Pademawu, Tlanakan, Proppo, Palengaan, dan Pegantenan Kabupaten Pamekasan.
Bimbingan ini tidak hanya terbatas pada teori, namun juga mencakup praktik langsung. Para penyuluh KUA dibekali dengan pengetahuan dasar tentang ilmu falak (astronomi) dan teknik pengukuran kiblat menggunakan alat sederhana seperti tripod, penggaris busur dan bandul pemberat. Materi yang diberikan juga mengacu pada standar yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan lembaga otoritas terkait lainnya.
Bertempat di Baleredjo Resto, Jl. Niaga Pamekasan, Tim PkM Prodi HKI menyelenggarakan ekspose atas pelaksanaan PkM yang telah selesai di gelar. Hadir dalam kesempatan tersebut anggota Tim PkM Prodi HKI. Kegiatan ekspose ini sebenarnya mengundang Kepala Kantor Kementerian Agama Pamekasan sebagai salah satu stakeholder sekaligus yang membawahi para penyuluh yang dibimbing dan didampingi. Namun karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, yang bersangkutan tidak dapat hadir. Selain mengundang Kepala Kantor Kemenag, Tim juga mengundang Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada Kantor Kementerian Agama Pamekasan, H. Ilyasak, S.Ag., M.Pd., yang tampak hadir dan menyampaikan kesan bahwa kegiatan PkM yang telah dilaksanakan sangat bermanfaat bagi para penyuluh. Beliau juga berharap, KUA yang masih belum diikut-sertanya sebanayak 7 KUA agar diberikan kesempatan juga pada kesempatan berikutnya.
Pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Madura juga turut hadir, yaitu Drs. Mashur Abadi., M.Pil.I. selaku Ketuanya, didampingi oleh Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, MH., selaku Sekretarisnya. Lebih lanjut disampaikan oleh LPPM, bahwa Prodi HKI harus lebih menampakkan diri ditengah-tengah masyarakat utamanya dalam hal kesejahteraan dan kesehatan keluarga. Karena pada hakikatnya keberlangsungan masyarakat dimulai dari sehatnya keluarga baik secara fisik dan psikis. Terutama pada saat ini. Dimana ilmu pengetahuan dan teknologi merajai aktifitas masyarakat di segala lini.
Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi para penyuluh KUA maupun bagi masyarakat luas. Setelah menerima bimbingan dan pendampingan, para penyuluh tidak hanya diharapkan mampu mengukur arah kiblat dengan akurat, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi dan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan keterampilan yang diperoleh, penyuluh diharapkan mampu menyebarluaskan ilmu ini kepada masyarakat, mengadakan pengukuran kiblat di tempat-tempat ibadah, serta membimbing masyarakat secara mandiri dalam memahami tata cara penentuan arah kiblat yang benar.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara lembaga akademik dan lembaga keagamaan, khususnya KUA. "Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk saling mendukung antara teori yang dikembangkan di dunia akademik dan praktik lapangan yang dilakukan di KUA. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap agar ilmu yang diajarkan dapat langsung diterapkan untuk kepentingan masyarakat luas," ujar Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah, M.Hum., selaku Dekan Fakultas Syariah IAIN Madura.
Ekspose kegiatan PkM ini tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan kapasitas para penyuluh KUA, tetapi juga menjadi wujud nyata dari peran aktif Program Studi HKI Fakultas Syariah IAIN Madura dalam mendukung peningkatan pelayanan agama kepada masyarakat. Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan peran para penyuluh KUA dalam bimbingan keagamaan, khususnya dalam penentuan arah kiblat, dapat lebih maksimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan di tengah masyarakat. “Alhamdulillah kegiatan ini sudah berdampak kepada para peserta dengan dibuatnya flayer dimasing-masing KUA yang siap menerima konsultasi dan pengukuran arah kiblat tempat ibadah. Yang sebelumnya hal seperti ini tidak ada.” Pungkas Abd. Jalil, M.HI., selaku Ketua Prodi HKI.